MUTIARA KEHIDUPAN

man jadda wajada

Selasa, 21 September 2010

Demi Cinta Suci

Pernah hatiku luka pedih
Kerana dicalari cinta penuh duri
Lemas aku dalam dilema
Kata janji manis sungguh tak bermakna
 
Mencarimu kasih bagai mencari mutiara putih
Walau ke dasar lautan sanggup ku selami
Namun tak percaya apa yang telah aku terjumpa
Kau sebutir pasir tak berharga

Demi cinta yang suci

Ku rela korbankan kepentingan diri
Demi sinar bahagia
Ku hambakan diri pada-Nya yang Esa

Baru kini ku rasai nikmatnya cinta yang suci

Tiada terbanding dengan cinta yang kau beri
Ranjau yang berduri akan aku tabah menempuhnya
Menyubur iman di dalam jiwa

Demi cinta yang suci

Ku rela korbankan kepentingan diri
Demi sinar bahagia
Ku hambakan diri pada-Nya yang Esa
Demi cinta hakiki
Ku sanggup redahi apa yang terjadi

Apalah arti cinta suci

Andai janji-janji sering dimungkiri
Apalah arti cinta murni
Andai kata-kata sering didustai 

Mudahkanlah, ya Robb...

Ya Robb, pemilik seluruh kekuatan dan kekuasaan, penggenggam segala keputusan dan hati setiap insan,
sungguh tiada tempat kecuali padaMu, ketika gemuruh hati mengoyak di setiap kesempatan, ketika raga mulai lemah dan kehilangan sinar..untuk mengadu dan memohon pencerahan, berharap untuk Kau tunjukkan jalannya, hingga hati ini kembali suci dan tenang..

Sang memory terus berjalan, perlahan meninggalkan kisah yang pernah dijalani, entah itu keburukan atau kebaikan, dan Engkau terus memberikan banyak hikmah kepada insan yang lemah ini, dan terus Kau tunjukkan kasih sayang serta nikmat untuk hamba, meski tak jarang rasa jenuh itu kembali...

Jelas telah Engkau tautkan, jalan yang telah Engkau gariskan, meski kadang hamba tak paham, namun keyakinan-lah yang lebih berkuasa..dan hingga saat ini, ketika masih ada waktu untuk benar-benar menyelesaikannya, kekuatan dan keberanian itu belum muncul...

"Maka apabila kamu telah selesai (dari sesuatu urusan), kerjakanlah dengan sungguh-sungguh (urusan) yang lain", (Al Insyirah:7)

Maka hamba ingin menyelesaikan urusan yang itu, urusan yang menyangkut hablun minannaas..meski masa yang telah berlalu adalah sesuatu yang sudah terlewat, namun kemungkinan-kemungkinan untuk menjadi masalah masih ada..

Ya Allah, sungguh Engkau-lah yang paling memahami apa yang terbaik untuk hamba, maka berilah jalan yang barokah untuk urusan ini, sehingga tali silaturahim tetap terjalin dengan baik, dan tiada hati yang tersakiti...

Ya Robb Sang Penguasa Hati, setiap insan hanyalah dapat merencanakan, sedang Engkau lah yang Maha menentukan, maka dengan mengharap keRidhoan dariMu, berikanlah ketenangan hati itu, dengan niatan-niatan yang tetap suci, hanya karenaMu ya Robb..