MUTIARA KEHIDUPAN

man jadda wajada

Rabu, 11 Agustus 2010

Aku cemburu...

bukankah kita tak boleh cemburu?
ya saya tau,,dan saya sangat mengerti, bahwa nikmat Allah itu tiada kiranya, untuk seluruh hambanya. Semua sudah dibagi adil untuk kita, para hamba.
Tapi,, kadang kecemburuan itu muncul, ketika saya tak bisa "berjuang" maksimal, seperti sahabat2 di zaman Rasulullah, atu minimal, seperti kawan2 perjuangan di jalan kebenaran ini. Waktu yang Allah berikan sama, tapi tak jarang sesuatu yang sia2 dilakukan, sesuatu yang hanya mementingkan ego terjadi, atau bahkan kemalasan yang sering menghantui.
Aku cemburu...
melihat semangat mereka,
mendengar lantunan cerita2 dari pengalaman mereka,
membaca aura kesenangan di wajah2 riang penuh peluh mereka,

sekali lagi, aku cemburu..tapi bolehkah?

Senin, 09 Agustus 2010



Sabtu, 07 Agustus 2010

Chip memory


memory,
tentang semua kisah, tentang semua pengalaman.
memory,
tidak akan pernah hilang dari pandangan hati. 
Tetap saja disitu, meski raga sudah berganti.
Karena 'mereka' adalah karya, yang sudah berlalu.
memory, 
biarkanlah ia tetap tinggal bersama waktu.

segala sesuatu yang pernah terjadi dalam kehidupan kita, jangan pernah disesali. Seburuk apapun itu, yang perlu disimpan baik-baik adalah pelajaran atau hikmah. Karena manusia hidup dalam berbagai pilihan, jadi terkadang pilihan itu tidak sesuai. Bahkan, pilihan itu pernah membuat jatuh ke dalam lubang. Lubang yang bisa membuat hina, bila terus ada di situ. Tapi lubang itu bisa ditutup, kapan saja kita mau. Asal kita mau membuka hati, menerima kebaikan-kebaikan yang mencoba masuk ke dalam relung kebenaran. Dengan keluwesan itu, hati akan tetap ‘hidup’. Cobalah untuk melapangkan pandangan, kalau perlu keluarlah dari ’zona nyaman’ mu. Itu akan lebih mendidikmu menjadi seseorang yang bijaksana dan adil dalam mengarungi bahtera kehidupan.

Memory,
Biarkan ia mengendap disini

Rabu, 28 Juli 2010

karena persahabatan dan perpisahan itu..penuh perjuangan

~menutup mata untuk mengingat masa silam~

saat itu ramai sekali, penuh kocak dan suasana senang, tanpa beban..
ibarat kupu-kupu yang baru saja mencapai puncak metamorfosa nya..

kupu itu hinggap pada kelopak bunga kamboja,
meski tak seharum melati, tapi kupu senang hinggap disitu..
karena kamboja lebih aman dari pada mawar..

~menyimak dari kejauhan, merasakan banyak getaran~

waktu berjalan, hingga keramaian itu surut
sempat ia kembali berteriak, membuat "saat2 itu kembali hidup"
meski tak sempurna
meski tanpa bagian2 dari puzzle yang pernah tersusun rapi
meski disana ada banyak getaran yang lain

~bersinar dalam beberapa waktu, dan kemudian meredup kembali~

ada kalanya setelah saat2 itu,
ibarat seorang anak kecil mencari ibundanya
dan ketika mereka bertemu, sang anak memeluk erat ibunda, sambil menangis
mengharu biru,
penuh kekuatan
dengan ikatan
sangat kuat

~bahkan setelah meredup, cahaya nya sirna. lenyap. hilang. terbang. menguap~

tanda tanya besar.
memenuhi lubang penuh cerita
berlari menjauh, tapi tetap tak lepas
menembus keinginan untuk mencoba kembali

~sepi, hingga masa setelah silam itu kembail~

Senin, 26 Juli 2010

SOSIS DAN CHICKEN NUGGET GIZI VS MURAH

Pada saat ini perkembangan konsumsi terhadap daging ayam sudah bervariasi. Disamping daging ayam segar, masyarakat bisa memilih daging olahan seperti Nugget, Sosis, Bakso dengan berbagai merk dagang. Untuk mendapatkannya pun sudah semakin mudah, kalau dulu produk-produk frozen tersebut hanya ada di supermarket, maka saat ini produk frozen sudah tersedia di outlet-outlet toko makanan, pasar becek, bahkan di kantin sekolah, di gerobak-gerobak dorong, banyak yang memperjual belikan produk tersebut dalam bentuk gorengan.

Pengetahuan terhadap produk tersebut saat ini sudah sangat baik, dibandingkan 5 tahun lalu. Segmentasinya pun sudah meluas, sosis dan nugget sudah bukan lagi makanan orang kelas atas. Supermarket dan Hypermarket sudah menyediakan Nugget dan Sosis dengan kemasan yang mewah, hingga Nugget dan Sosis Curah dengan harga yang murah. Masyarakat tinggal memilih, tanggal muda beli yang mahal, tanggal tua beli yang curah atau sebaliknya.

Di luar supermarket apalagi, di pasar becek, variasi produk lebih luar biasa. Nugget dan Sosis dengan berbagai merek di tata di freezer dan bahkan hanya di taruh di atas lapak tanpa fasilitas pendingin. Luar biasa, di segmen pasar becek tersebut, lalu lintas perdagangannya tumbuh pesat. Hal teserbut dikarenakan ada beberapa variasi produk yang akhirnya dipakai sebagai komoditi dan dijual kembali di kantin dan di depan sekolah dalam bentuk gorengan. Beribu-ribu Abang Penggoreng memperjualbelikan produk sosis, Tempura, Skalop, Nugget, dan Kornet. Akhirnya para produsen produk frozen pun berlomba lomba memenuhi kebutuhan Abang Penggoreng Sosis.

Perlombaan antar produsen Froozen Food semakin menggelora, ketika permintaan akan produk frozen yang murah dan bisa dijual kembali semakin tinggi. Abang Penggoreng Sosis pun semakin giat bekerja, karena mereka mendapatkan berbagai dukungan dari produsen, begitu juga agen-agen mereka. Semakin lama semakin banyak untungnya. Dan akhirnya mereka punya ide, kalo saja mereka bisa membuatnya sendiri di rumah? Mengapa harus beli ke pabrik?.

Maka dimulailah industri rumah tangga, yang membuat Nugget, Sosis, Sate dan banyak lagi. Asal mereka bisa goreng, dan anak anak suka? Maka untung akan didulang. Maka menjadi sah-sah saja, di depan sekolah anak kita, Abang Penggoreng Sosis tidak lagi menjual sosis beneran. Mereka memilih menjual produk buatan mereka sendiri, dengan rasa gurih, penuh MSG.

Di supermarket pelaku bisnis Frozen Food juga semakin kreatif. Tapi sayang kreativitas mereka tidak diimbangi rasa kasihan terhadap konsumen. Dibuatlah Nugget Curah, Sosis Curah, Dari bahan tepung dengan perasa ayam kuat. Dan tentu saja harganya Murah.


Bagaimana dengan Gizinya?

Perlahan lahan akhirnya konsumen terbiasa mengenal nugget dengan aroma rasa curah yang murah, nugget dan sosis murah dengan bahan baku seadanya, gizi cukupnya. Semakin lama semakin tinggi permintaan produk “seadanya”, semakin bergairah produsen berkreasi dan memenuhinya. Tentu saja jangan tanya gizinya, mereka sudah tidak perlu lagi memakai daging ayam bagus untuk membuat Nugget. Sehingga jadilah Nugget dari kepala leher, Nugget dari tepung dengan perasa ayam. Konsumen mereka adalah Abang Penggoreng Sosis, yang luar biasa bekerja memasarkan kepada anak anak kita.

Dulu ketika awal Abang Penggoreng Sosis masih menjual Sosis, Nugget, Baso yang diproduksi oleh pabrik besar, pastilah nilai gizi dan takaran proteinnya dapat dipertanggung jawabkan. Pabrikan sekelas Japfa Confeed, Charoen Pokphand Indonesia, Sierad Produce dan terakhir Wonokoyo, sangat concern terhadap nilai gizi produk yang diproduksinya. Karena mereka juga mempunyai raw material yang cukup untuk memperduksi Frozen Food. Saat ini Abang Penggoreng Sosis sudah mulai pintar memodifikasi barang jualannya. Mereka menjual tidak hanya sosis, nugget, baso dari pabrikan tersebut, namun mereka menjual : tempura, sate kakap, kornet boneka, karage mawar, nugget donat, yang diproduksi oleh Rumah Tangga. Tentu saja syarat gizi dan higienitas produknya tidak bisa lagi dapat disamakan dengan produksi perusahaan besar.

Frozen Food atau Bukan?

Frozen food sebenarnya produk makanan yang mensyaratkan penyimpanan di tempat beku minus 18 derajat celcius. Dengan model pengawetan tersebut, sedikit diperlukan bahan pengawet atau bahkan tidak perlu lagi ada bahan pengawet. Tentu saja perlakuan terhadap produk frozen sangat istimewa. Mulai dari proses produksinya, penyimpanan di gudang produksi, proses distribusinya, hingga proses penjualan retailnya hingga bagaimana menyimpan produk di tempat konsumen. Sehingga seharusnya frozen food adalah daging ayam olahan yang kualitasnya sama dengan daging segar. Ditambah dengan bumbu yang dapat menambah gairah makan anak anak.

Dengan Frozen Food, seharusnya ibu-ibu rumah tangga selalu dapat menyediakan gizi yang cukup untuk keluarganya. Demikian apabila semua proses produksi, distribusi dan perlakuan terhadap produk Frozen food sesuai dengan standar. Namun saat ini perkembangannya sangat memprihatinkan. Dimulai dari berkembangnya pembuatan Nugget dan produk frozen food sudah dapat diproduksi oleh industri rumah tangga. Tentu saja proses produksinya sangat sederhana. Dan maklum apabila proses pengawetannya tidak lagi melalui Quick Frozening Machine, sehingga benar-benar sempurna pembekuannya. Paling hanya disimpan di suhu frezer Box. Namun menurut pengamatan penulis, produk produk rumah tangga sangat awet di simpan di suhu ruang. Maka pasti di dalamnya di tambahkan pengawet. Jadi proses pengawetannya tidak lagi tergolong frozen food.

Maka dari itu, seharusnya pembaca betul-betul teliti bahwa sebenarnya makanan frozen food (sosis, nugget dan bermacam macam daging olahan further processing meat) seharusnya diawetkan dengan mekanisme pembekuan. Apabila dijumpai di pasar terdapat produk dengan keawetan yang luar biasa, tanpa disimpan dalam suhu yang disyaratkan, maka produk tersebut bukanlah produk frozen food. Dan yang pasti menggunakan bahan pengawet kimiawi.

Pilih Bergizi atau Murah

Untuk memenuhi gizi dan protein dalam konsumsi kelurga, sepatutnya tidak hanya mempertimbangkan harga. Tingkat konsumsi protein hewani (daging ayam) di Indonesia masih sangat rendah. Dengan variasi produk (chicken nugget, sosis, bakso) sebenarnya dapat membantu meningkatkan tingkat konsumsi terhadap daging ayam. Namun sayang sekali terkadang masyarakat masih memiliki kecenderungan mencari produk yang harganya murah, asal masih berasa AYAM. Dan ternyata para produsen terpaksa harus tergoda untuk memenuhi keinginan masyarakat untuk memproduksi barang murah tersebut, dan akhirnya dibuatlah Nugget, Sosis, Baso yang mementingkan RASA AYAM. Dan akhirnya seperti FX Rahardi (di harian KOMPAS), menyebut dan mencurigai bahwa nugget dibuat dari daging ayam sisa, MDM, Tulang.

Jadi akhirnya semestinya FX Rahardi lebih melihat mekanisme Action dan Reaction, mekanisme Supply and Demand, yang tambah lama bertambah menurunkan kualitas. Karena memang produsen sangat mengikuti kemauan konsumen. Karena konsumen juga akhirnya mencari akal untuk mencari produk yang murah, dan tumbuhnya produsen produsen rumah tangga. Dan yang paling menyedihkan, peranan pemerintah (Badan POM) yang pengawasannya sangat lemah. Mereka tidak pernah secara aktif mengikuti perkembangan industri makanan di pasar.

Pemenuhan gizi dan protein memang tidak selalu harus mahal, tapi bahan dan produk yang sehat dan higienis harusnya tetap menjadi pilihan Daging Ayam olahan yang berbentuk Chicken Nugget, Sosis, Baso harusnya diawasi benar oleh Badan POM, agar tidak lagi jauh melenceng dari syarat-syarat kesehatan. Tidak seperti saat ini, Nugget Curah di supermarket yang hanya berisi tepung, dengan perasa ayam, dibiarkan saja di jual dan tanpa ada pengawasan dari Badan Penguji dan Pengawas Obat dan Makanan (Badan POM). Badan POM mungkin sedang menanggung banyak pekerjaan, sehingga masyarakat dibiarkan mengkonsumsi produk yang sebenarnya bukan daging ayam.

diambil dari http://www.majalahinfovet.com
disusun oleh Drh Agus Rumboko, praktisi perunggasan alimnus FKH UGM

Meniti jalan di kampus

     Perjalanan dakwah memang sangat panjang. Bahkan lebih panjang dari umur pendakwahnya. Perjalanan itu dimulai jauh sebelum kita dilahirkan di dunia ini. Allah telah mengutus Nabi Adam as. Sebagai manusia pertama penyampai risalah dakwah dan dakwah itu akan berakhir hingga hari kiamat tiba. Dakwah adalah menyeru dan mengajak manusia manusia untuk kembali kefitrahnya yakni menyembah dan mengabdi kepada Allah Swt, menjalankan segala apa yang diperintahkan-Nya dan menjauhi segala larangan-Nya dan tidak menyekutukan-Nya dalam bentuk apapun. Setiap pembawa risalah membawa amanah dakwah yang sama yakni untuk menegakkan kalimah ”LA ILAHAILLAALLAH” (QS. Al-Anbiya’ : 25).
     Mengingat panjangnya perjalanan dakwah yang harus di tempuh oleh kader dakwah, maka sangat pantas jika Allah mengharapkan orang-orang yang mampu melanjutkan risalah dakwah tersebut. Oleh karena itu, telah hadir sederetan nama-nama yang telah dipahatkan dengan tinta emas dalam lembaran-lembaran suci para mujahid-mujahid Allah, mulai dari masa ketika Nabi Adam di utus untuk menyampaikan risalah dakwah, sampai hadirnya Rosulullah saw sebagai penutup para nabi yang terdahulu dan bertugas untuk menyempurnakan akhlak manusia. Setelah rosul wafat maka amanah dakwah itu dilanjutkan oleh khalifah Abu Bakar as Shidiq, lalu Umar, Utsman , Ali dan selanjutnya masih banyak lagi nama-nama yang telah terukir dengan tinta emas sebagai mujahid dakwah, yang akhirnya amanah dakwah itu sampai kepada kita untuk mengembannya.
     Kampus diidentikkan dengan tempat berkumpulnya kaum intelektual. Mulai dari intelektual yang terlibat dalam organisasi, pengembangan ilmu pengetahuan, hingga yang hanya menempuh pendidikan biasa di kampus. Dalam perkembangannya kampus menjadi tempat ideologi-ideologi gerakan masyarakat melakukan kaderisasi dan penanaman ideologi masing-masing. Dinamika kampus yang sedemikian rupa, menjadikan kampus sebagai tempat yang strategis dalam mengembangkan kader-kader dakwah , karena dakwah pun membutuhkan orang-orang strategis (intelektual).
     Dakwah adalah suatu proses mengajak manusia kepada kebaikan. Dakwah kampus berarti dakwah yang prosesnya itu berlangsung dalam kampus. Sehingga pengampu dakwah di kampus itu adalah warga kampus , baik mahasiswa, karyawan, dan dosen kampus. Selain itu, masyarakat umum, atau khususnya masyarakat sekitar kampus juga menjadi objek dalam dakwah kampus. Ada perbedaan antara mahasiswa dengan dosen dan karyawan dalam mengampu dakwah kampus . dosen dan karyawan adalah kader dakwah kampus yang masuk ke dalam model dakwah profesi, objek dakwah mereka lebih pada orang-orang yang sesuai dengan profesi mereka. Sedangkan mahasiswa adalah kader dakwah yang langsung bersentuhan dengan objek dakwah yang bisa mencakup seluruh objek dakwah kampus, namun lebih diutamakan mahasiswanya dulu.
     Lebih daripada peran mahasiswa dalam dakwah kampus, kita sadar bahwa dakwah adalah suatu kerja yang terus menerus, bahkan ketika tujuan dakwah itu telah tercapai. Mahasiswa yang berdakwah di kampus akan melanjutkan kegiatan dakwahnya setelah ia selesai dengan perkuliahannya. Oleh karena itu fungsi dakwah kampus untuk para mahasiswa yang mengampu dakwah yang paling penting adalah mempersiapkan mereka untuk memasuki dunia dakwah yang lebih luas lagi, yaitu masyarakat umum. Sangat wajar jika kita sering mendengar bahwa “dakwah kampus itu adalah bagian kecil dari dakwah yang sesungguhnya”. Mahasiswa sebagai kader dakwah dalam konteks dakwah sesungguhnya adalah sedang berada pada masa penempaan menjadi kader dakwah sesungguhnya. Bukan berarti dakwah kampus adalah dakwah main-main. Tidak, bukan itu maksud dari masa penempaan itu. dakwah kampus dan segala dinamika didalamnya adalah gambaran kecil dari bagian dakwah yang lebih besar, dakwah masyarakat. Permasalahan dalam dakwah kampus adalah permasalahan yang levelnya masih berada di bawah dakwah masyarakat. Mengapa? Tentu saja karena objek dakwah yang cenderung lebih homogen dan kepentingan yang lebih sedikit pada dakwah kampus. Tantangan dakwah kampus sendiri lebih pada bentrokan ideologi. Mahasiswa adalah sosok yang menjadi sasaran penanaman ideologi, apapaun bentuk ideologi itu. ini adalah tantangan yang khas di kampus.

targetan hidup...

Bicara soal targetan hidup, sering kali disepelekan. Dengan berbagai alasan, seperti "kan sudah ditakdirkan", atau "yang penting jalani aja.." membuat hidup kurang teratur, dan tidak sesuai harapan. Tak ada salahnya kan, ketika kita merencanakan apa2 yang kita inginkan, walaupun akhirnya nanti, memang Allah-lah yang menentukan. Toh yang namanya ikhtiar, asal itu merujuk pada kebaikan, tak ada yang salah. Lantas, apalagi yang menghalangi?
kemalasan.
Yah, itu penyakit manusia segala umur, segala suku. Pernah ada yang mengatakan, "apa sudah bosen hidup, sampai malas merencanakan masa depan?" ya, buang jauh2 rasa malas itu..ketika kita sudah mencapai apa yang kita inginkan, hasilnya pasti akan bermanfaat untuk kita, dan dapat menambah semangat untuk perencanaan-perencanaan selanjutnya..so, ayo susun dan tata ulang rencana hidup kita untuk hari esok..

Minggu, 25 Juli 2010

Buat donat yuukk..

Bahan A:
11 gr fermipan / gis / saft instan
1 sdt pelembut roti/BP
1 sdt garam
100 gr susu bubuk full cream
100 gr mentega
200 gr gula pasir
500 cc air
3 kuning telur
Vanili secukupnya

Bahan B:
1 kg tepung cakra

Cara:
Campur semua bahan A, aduk hingga merata. Kemudian, masukkan bahan B dan air sedikit demi sedikit, uleni hingga kalis. Diamkan adonan selama ± 10 menit. Setelah itu, buat bulatan-bulatan (dipulung) sesuai selera, diamkan 1 jam (sampai adonan terasa enteng), lalu goreng dalam minyak yang panas.

Hasil: 40 donat

*kalo mau pake meses, mentega yg d pake di aduk2 dulu ya, n ngolesinya kalo donatnya dah ga panas...^^

Jumat, 23 Juli 2010

millet

Indonesia kaya akan sumber bahan pangan baik umbi-umbian maupun serealia seperti ubi kayu, ubi jalar, ganyong, kelapa, sagu, sorghum, cantel, millet. Meskipun Indonesia memiliki banyak sumber bahan pangan lokal, namun impor gandum terus dilakukan dan terus meningkat tiap tahunya. Untuk menurunkan impor gandum perlu adanya substitusi atau pengganti gandum, Selama ini telah banyak dilakukan penelitian substitusi terigu dari bahan dasar lokal seperti ubi kayu, ubi jalar, koro-koroan, sorghum dan sebagainya. Namun penelitian tentang millet itu sendiri belum banyak dilakukan khususnya di Indonesia.
Millet adalah sejenis serealia berbiji kecil yang pernah menjadi makanan pokok masyarakat Asia Timur dan Tenggara sebelum mereka bercocok tanam padi. Millet termasuk tanaman ekonomi minor namun memiliki nilai kandungan gizi yang mirip dengan tanaman pangan lainnya seperti padi, jagung, gandum, dan tanaman biji-bijian yang lain karena tanaman millet sendiri tergolong ke dalam jenis tanaman biji-bijian. Sebagian besar masyarakat Indonesia belum mengenal millet sebagai sumber pangan sehingga selama ini tanaman millet hanya dijadikan sebagai pakan burung. Padahal di luar negeri millet sudah dimanfaatkan sebagai bubur, mie, dan kue kering. Bahkan, makanan tersebut mempunyai kualitas yang tidak kalah dengan makanan yang terbuat dari tepung-tepung lain.
Menurut Ir. Hj. Rusdayani Amin,MS, tanaman millet tersebar hampir di seluruh Indonesia seperti pulau Buruh, Jember, termasuk di Sulawesi Selatan dan daerah lainnya. Tanaman ini sangat mudah untuk dibudidayakan karena ditanam pada lahan-lahan ladang penduduk dengan cara tanah yang gembur ditaburi dengan biji millet. Tanaman ini tidak memiliki musim dan bisa ditanam sepanjang tahun dengan mempertimbangkan kondisi pertumbuhannya. Selain itu juga tidak membutuhkan jenis tanah khusus. Oleh karena itu bisa ditanam dimana saja dengan cara ditabur. Dari segi ekonomi tidak membutuhkan biaya produksi yang tinggi, dalam pemeliharaannya sederhana karena tidak membutuhkan pestisida dan bahan kimia lainnya. Millet bisa hidup pada kesuburan tanah yang rendah, kelembaban rendah, dan kondisi lingkungan yang panas. Millet mempunyai masa tumbuh yang pendek dan produktivitas lebih tinggi pada kondisi lingkungan yang panas dan musim kering.
Millet menempati urutan ke-enam sebagai biji-bijian paling utama dan dikonsumsi 1/3 penduduk dunia (Karen, 2007). Millet merupakan salah satu sumber utama penyedia energi, protein, vitamin dan mineral; kaya vitamin B terutama niacin, B6 dan folacin juga asam amino esensial seperti isoleusin, leusin, fenilalanin dan treonin serta mengandung senyawa nitrilosida yang sangat berperan menghambat perkembangan sel kanker (anti kanker), juga menurunkan resiko penyakit jantung (arteriosclerosis, serangan jantung, stroke dan hipertensi). Biji millet mengandung karbohidrat dan protein yang tidak kalah dengan beras. Millet memiliki kandungan karbohidrat yang tinggi yaitu sekitar 60 % (Malleshi, Desikacher, & Tharanathan, 1986). Potensi tanaman ini belum sepenuhnya dimanfaatkan seperti serealia lainnya, seperti gandum, beras, dan jagung. Pada umumnya serealia bisa dimanfaatkan/diolah menjadi produk roti, baik roti tawar maupun biskuit.
Biskuit merupakan produk pangan yag dapat diterima secara luas oleh masyarakat dan dapat di produksi dalam skala industri (Hubies, dkk). Dalam SNI. 01.2973.1992 biskuit adalah produk makanan kering yang dibuat dengan memanggang adonan yang mengandung bahan dasar terigu, lemak, dan bahan pengembang dengan atau tanpa penambahan bahan makanan tambahan lain yang di ijinkan.
Biskuit banyak disukai oleh seluruh lapisan masyarakat baik dari balita hingga orang dewasa. Biskuit merupakan produk pangan yang dapat diterima secara luas oleh masyarakat dan dapat di prodksi dalam skala idustri (Hubeis dkk., 1997). Namun penelitian mengenai pembuatan biskuit dengan bahan baku millet sebagai substitusi terigu masih belum banyak di lakukan di indonesia. Kandungan serat pada millet cukup banyak, sehingga perlu di kembangkan mengenai pemanfaatan millet sebagai produk pangan.

Kamis, 22 Juli 2010

MSG,,bahaya atau tidak??

buka link ini aja ya...^_^
 http://www.facebook.com/notes/bso-pengabdian-masyarakat-himaghita/penyedap-rasa-tak-selamanya-bahaya/411853359925

Kamis, 15 Juli 2010

HIMAGHITA...

Jumat, 09 Juli 2010

Ada apa dengan-nya???

Teringat dalam pikiran saya, bahwa hidup ini....
"Jangan banyak menuntut, lebih baik introspeksi diri, apa yang sudah kau berikan, jangan hanya menuntut apa yang akan diberikan padamu, karena untukmu, lebih baik kau peroleh esok, ketika habis sudah kesempatanmu beramal di dunia..Lalu, jangan pula kau menyalahkan orang lain, atas kegagalan, atau belum tercapainya kesempatan itu untukmu, karena bisa jadi, kau yang belum maksimal, atau jangan-jangan, niatmu tak lurus, yang tak ikhlas, atau bahkan, kerjamu hanya untuk si dia, atau mereka..?? Cobalah untuk membuka mata, hati, dan pikiran, bahwa semua ini bukan hal instan, bukan untuk senang-senang, atau sekedar "mampir" saja..Cobalah, untuk sekedar merenungi, apalah arti semua ini, apa pula maksud dibalik nya, sampai tiba di penghujung kesempatan nati, ketika tak ada lagi nafas yang berhembus..."

Yah, mungkin seperti itu, sedikit gambaran dari kehidupan fana ini,..yang entah mengapa, masih banyak sekali, yang belum memahaminya, atau memahami tapi tak mau tau, tak ingin menyadarinya...Ah, siapkah kita tertimpa musibah, tanpa ada tabungan amal? Sungguh, akan sangat merugi nantinya, di dunia, maupun ketika kita diadili esok...

Amanah ini...
Bukan sebuah "permainan", bukan pula sebuah "musibah"...Saya yakin itu...
Lalu, bagaimana pula menghadapinya?? Ketika rasanya, amanah itu terasa berat, ketika semangat itu mengendur, ketika banyak hal tak diharapkan terjadi, ketika merasa sendiri....
Masih tersadar, apa yang kau lakukan, bukan karena dia (pemimpin, teman-teman, atau manusia lain)..tapi karena Dzat yang memberikan amanah ini kawan...yah, itulah yang terus mengingatkan, memperbaiki niatan-niatan kita...Rabb, jika memang seperti ini adanya, jadikan semua dalam ridhoMu...hanya ini yang kami harap...Jikalau tak ada lagi kuasa kami sebagai makhluk kecil tak berdaya ini...

Semangat kalian, usaha kalian, serta apa-apa yang telah kalian lakukan, adalah sebuah tabungan...Meyakini hal itu, semoga bisa menambah semangat, meleburkan ketakutan-ketakutan yang hanya ada di dunia fana ini...hmmmm...

Minggu, 13 Juni 2010

Miris...

Kututup halaman akun facebook milik beberapa temanku, dan beberapa adik tingkatku yang masih smp. Tubuh ini rasanya lemas, sedih, dan bingung. Adik-adikku, yang masih smp terutama, dengan bangganya memasang profil picture dengan pacarnya. Saat kubuka dan kubaca update status mereka, semakin ingin kututup mata ini. Begitu hancur, kata-kata mereka begitu hancur! Sepertinya mereka sudah terbiasa dengan kata-kata kotor dan tidak sopan itu. Kutelusuri kembali deretan album foto di facebooknya, terpampang foto beberapa artis yang menjadi idola mereka. Tidakkah mereka mengetahui, bahwa artis-artis pujaan mereka, (maaf) hanya akan menabur kemungkaran di muka bumi ini? Belum-kah mereka mengetahui informasi-informasi tentang banyak hal yang (sekali lagi maaf) tidak pantas untuk dilakukan, tetapi dilakukan juga oleh mereka? Ya Rabb...

Rasanya bukan hal yang tabu lagi, kelakuan anak muda jaman sekarang yang seperti ini. Entah siapa lagi yang akan disalahkan, atau siapa yang akan bertanggung jawab. Toh nyatanya, melihat kenyataan ini pihak-pihak yang lebih berwenang mengatur hal ini juga kurang mendukung. Pasrah? tidak juga. Saya juga tidak mau pasrah melihat "keluguan" adik-adik yang masih dibawah umur ini. Mungkin memulai dari diri sendiri, dengan meningkatkan keimanan dan ketaqwaan kita kepada Rabb semesta alam, dan menambah kajian ilmu dari banyak pihak. Dengan begitu, saya rasa kita bisa lebih pas dalam menghadapi adik-adik kecil kita itu.

Peran Orang Tua
Disini, peran orang tua lebih dibutuhkan sebagai "teman", yang tidak menggurui atau memojokkan ketika sang anak melakukan kesalahan. Bahkan peran ini dirasa lebih efektif, karena orang tua masih bisa menunjukkan perlindungan terhadap anak-anak mereka. Lantas, bagaimana peran orang tua saat ini? Ternyata peran dan tanggapan orang tua saat ini sangat beragam. Ada yang cuek, karena lebih disibukkan dengan urusan karirnya, ada yang menyerahkan masalah ini kepada orang lain saja, ada yang perhatian tapi dengan kesan menghakimi sang anak, namun masih tetap ada yang dengan kelembutan, perhatian, kasih sayang dan tanggung jawab mereka sebagai orang tua, membimbing dan mengarahkan anak-anak mereka ke jalan yang benar. Dan semoga saja, peran yang terakhir ini akan lebih banyak dipilih oleh para orang tua.

Lingkungan
Ya, inilah salah satu faktor penentu karakter seorang anak. Tak bisa dipungkiri, seorang anak yang basicnya bagus, namun ketika ditempatkan pada lingkungan yang "rusak", tak akan berbeda nyata dengan anak yang memang tak punya basic apa-apa. Apa maksudnya basic itu? Menurut pengamatan dan pengalaman saya, seorang anak yang sedari kecil sudah dikenalkan dengan nilai-nilai islam, namun ketika masa remaja-nya ia sudah mulai diberi kebebasan -kebebasan yang bertanggung jawab seharusnya- oleh orang tua mereka, dan mereka mulai masuk ke lingkungan yang kurang baik, kemudian mereka mencoba mencari jati diri mereka, mencoba banyak hal dengan dalih sebagai pengalaman, bahkan mencoba "hal-hal yang seharusnya tidak boleh dicoba", sampai akhirnya terjerumus dalam lubang hitam. Lagi-lagi, semuanya kembali pada peran orang tua, sebagai "pemilik" dari kebebasan sang anak sebelum ia benar-benar dewasa.


Masih banyak lagi faktor-faktor yang mempenagruhi pola pikir, akhlak, kelakuan dan segala hal tentang membentuk kepribadian seorang anak..lain kali saya sambung lagi... :)

Sabtu, 12 Juni 2010

Apakah millat facebook buatan pakistan !!?

SUMBER:
Hyperlink to dakwahsalaf

Bismillah,
Di Facebook, dapat inbox dari dari seorang teman seperti ini :
__________________________
___________________________
"Teman- teman semua, hapus akun FB kita, saatnya hijrah ke MFB (MillatFacebook), yang di buat oleh pemuda Pakistan untuk umat Islam”

Begitulah potongan pesan yang kuterima pagi ini,. Awalnya bingung, apa maksud SMS dari temanku itu. Setelah dapat signal Wifi, kubuka akun facebook-ku. Mungkinkah ini seruan meninggalkan FB sehubungan dengan kasus Kapal Mavi Marmara?

Tak lama kemudian, aku cek inbox FB, ternyata ada pesan serupa.
“ Assalamu'alaikum... Saya mengajak teman2 yg tergabung dalam Grup ini, membuat akun di MFB, jejaring sosial yg ditemukan oleh Sodara kita seorang Muslim dari Pakistan, karena seperti yg kita tahu bahwa facebook adalah jejaring sosial buatan Yahudi...”

Ehm… tunggu dulu…..
Sebelum menghapus akun FB, kucoba mengunjungi situs yang dimaksud. Sepertinya servernya belum maksimal, masih lambat loading. Segera kutinggalkan tanpa membuat akun di sana.

Apa benar, itu situs jejaring sosial buatan pemuda muslim?



Teman- teman yang mengirimiku pesan juga tak bisa memberikan data yang valid, minimal data diri pembuat situs tersebut.

Tanpa berpikir panjang, otakku beraksi. Akan kucoba cari tahu tentang situs tersebut, dengan cara paling sederhana, melakukan Proof of Concept dengan melakukan penetrasi terhadap server nya. Metode yang digunakan, DNS Locator, IP viewer location dan comment ping dari cmd.

Pertama, untuk millatfacebook.com (double L) yang katanya dari Pakistan

Ini hasilnya setelah ping dari cmd :

Microsoft Windows [Version 6.1.7600]
Copyright (c) 2009 Microsoft Corporation. All rights reserved.
C:\Users\Free Palestine>ping millatfacebook.com
Pinging millatfacebook.com [204.61.223.84] with 32 bytes of data:
Reply from 204.61.223.84: bytes=32 time=383ms TTL=47
Reply from 204.61.223.84: bytes=32 time=379ms TTL=47
Ping statistics for 204.61.223.84:
Packets: Sent = 2, Received = 2, Lost = 0 (0% loss),
Approximate round trip times in milli-seconds:
Minimum = 379ms, Maximum = 383ms, Average = 381ms
Control-C
^C
C:\Users\Free Palestine>

Dari sini didapatkan IP Address: 204.61.223.84

Lalu, metode selanjutnya, dengan melakukan trace pada IP Addres tersebut. Bagaimana caranya? Bisa teman- teman coba memasukkan IP Addres nya disini
Dan berikut hasilnya:

IP Address: 204.61.223.84
Hostname: node-lb0.millatbook.com
IP Country: United States
IP Country Code: USA
IP Continent: North America
IP Region: Texas
Guessed City: Friendswood
IP Latitude: 29.5141
IP Longitude: -95.1903
Organization: Lakota Data Center LLC
ISP Provider: Lakota Data Center LLC

Kedua, dengan metode yang sama, untuk milatfacebook.com / joinpk.com (L nya satu)

Berikut hasilnya :

IP Address: 64.202.189.170
Hostname: pwfwd-v01.prod.mesa1.secureserver.net
IP Country: United States
IP Country Code: USA
IP Continent: North America
IP Region: Arizona
Guessed City: Scottsdal
IP Latitude: 33.6119
IP Longitude: -111.8907
Organization: GoDaddy.com
ISP Provider: GoDaddy.com


Ketiga, sebagai perbandingan, situs asli facebook.com (milik mark zuckerberg)

Berikut hasilnya :

IP Address: 69.63.189.16
Hostname: www-11-01-ash2.facebook.com
IP Country: United States
IP Country Code: USA
IP Continent: North America
IP Region: California
Guessed City: Palo Alto
IP Latitude: 37.4429
IP Longitude: -122.1514
Organization: Facebook
ISP Provider: Facebook

BAGAIMANA ? MASIH PERCAYA MILLATFACEBOOK BERASAL DARI PAKISTAN ?
SAMPAI SEKARANG PUN SAYA TIDAK TAHU SIAPA YANG MENDIRIKAN, SAYA HANYA TAHU BAHWA ITU BERASAL DARI AMERIKA, HANYA BEDA NEGARA BAGIAN. DAN BOLEH JADI MILIK SATU PERUSAHAAN YANG SAMA DENGAN FACEBOOK (bingung mode: On )

Oh iya, Indonesia juga punya jejaring sosial loh, namanya KOPROL.
BENARKAH PUNYA INDONESIA ? Kita lihat hasilnya

IP Address: 180.233.199.240
Hostname: 180.233.199.240
IP Country: Korea, Republic of
IP Country Code: KOR
IP Continent: Asia
IP Region:
Guessed City:
IP Latitude: 37
IP Longitude: 127.5
Organization:

Hmmm….. situs jejaring sosial koprol.com ternyata bukan dari Indonesia, tapi milik Republik Korea, benarkah?
Apakah site IP Locator nya yang salah ? Ternyata site nya TIDAK SALAH.

Ini contohnya untuk site yang memang berasal dari negara kita, INDONESIA. Saya ambil contoh situs koran Republika
Hasilnya memang benar berasal dari Indonesia, ternyata IP Locator nya benar.

IP Address: 118.82.8.132
Hostname: 118.82.8.132
IP Country: Indonesia
IP Country Code: IDN
IP Continent: Asia
IP Region: Jakarta Raya
Guessed City: Jakarta
IP Latitude: -6.1744
IP Longitude: 106.8294
Organization: PT. Digital Wireless Indonesia
ISP Provider: PT. Digital Wireless Indonesia

TRUS, SOLUSINYA SEPERTI APA ?

Mungkin sebaiknya kosongkan info profil FB, MFB, apapun situsnya terutama aktivitas organisasi kita. CIA dan Mossad sedang gencar mengumpulkan data-data peribadi untuk kemudian dipetakan. Kita tidak tahu apa yang akan mereka lakukan selanjutnya."

Semoga info ini bermanfaat.

NB: Untuk millatfacebook.com ternyata nggak punya hosting sendiri, tapi beli di Lakota Data Center, LLC, Perusahaan web hosting punya Amerika, tepatnya di Texas.. (sama aja bohong, kalaupun buatan orang Pakistan, databasenya juga masuk ke Amerika)

Ini hanya trik sederhana untuk mengetahui Negara asal penyedia situs tersebut. Percaya atau tidak, itu tergantung teman- teman.

Sumber : Inbox FB dari Al Akh Sa'id Al-Qassam
Hyperlink to Qassam

Read more: Hyperlink to ABUAYAS

Kamis, 10 Juni 2010

Ilalang Malam

Kabut malam itu,
Tertata rapi,
Lembut, terajut dengan indah,.

Jangkrik dan ilalang,
Menghiasi hamparan padang penuh bintang,.

Bulan mengukir senyum
Seolah mengerti isi hati seorang gadis di muka pintu

Seorang gadis memejamkan matanya
Menerawang jauh, ke depan,.
Menelusuri jalan setapak yang panjang
Mengitari rimbunnya daun
Melompati jutaan karang
Hingga ia sampai pada sebuah garis,.
Garis itu panjang dan berkelok,
Tapi,..
Ia tak sendiri lagi kini,.

Mereka berjalan, berjalan, lalu berlari,.
Kelokannya tak tentu,
Kadang tajam, hendak masuk ke dalam jurang,.
Tapi garis lurus datang,.
Menuju swatu tempat,.
Sangad indah,.

Langit

Langit tetap saja biru
Awan disekitarnya, putih membentuk berbagai macam formasi yang unik
Langit tetap saja teduh tuk dilihat
Mungkin karna matahari terlalu malu menyapa manusia pagi ini
Langit tetap saja luas
Meski umat manusia trus bertambah
Langit tetap saja cantik
Membuatku slalu tergugu menatapnya
Langit tetap saja anggun
Meski awan hitam muncul setiap waktu
Langit tetap saja indah
Menemani lembutnya buaian angin

Langit slalu menyenangkan
Meski sejuta duri menancap tanpa ampun
Di hati kecil ini
Dalam sebongkah perasaan yang begitu sentimentil
Nikmat ini sangatlah indah,.

Membuat bibir-bibir kecil mengukir senyum yang mempesona,.

Layar Perjuangan

Ibarat sebuah kapal yang berlayar. Awak kapal yang sibuk mempersiapkan bekal selama berlayar. Mengontrol persediaan makanan, persediaan amunisi kapal untuk berjaga-jaga, dan juga mengontrol mesin kapal. Menelisik saat pembuatan kapal, para perancang telah mengestimasikan beberapa hal, seperti jumlah penumpang, bahan bakar, kekuatan kapal, dan kapasitas-kapasitas yang lain. Menelisik para penumpang yang memutuskan untuk menggunakan kapal itu, mereka pun melakukan persiapan-persiapan sebelum keberangkatan. 

Semua yang akan diputuskan, membutuhkan persiapan-persiapan. Tak ada yang instan,karena untuk mencapai kebahagiaan, membutuhkan perjuangan. Dan perjuangan seorang manusia tak akan berakhir hingga akhir kehidupan nanti. Sebuah perjuangan itu pun berbeda-beda antara seorang dengan yang lain. Semuanya hanya Allah yang akan menilainya, bagaimana tingkat perjuangan kita. Yang terpenting adalah, melakukan semua hal itu dengan keikhlasan dan senantiasa mengharapkan ridho Allah.

"Jika masa muda diisi dengan hal-hal positif dan bermanfaat serta penuh dengan nilai-nilai perjuangan , mudah-mudahan sepanjang hayatnya akan menjadi orang yang istiqomah dalam kebaikan dan itulah makna kehidupan yang sesungguhnya. Sepayah-payahnya perjuangan itu nikmatilah.. Karena suatu saat nanti kita pasti akan merindukan saat-saat itu..Setiap langkah perjalanan selalu meninggalkan jejak kenangan, sepenggal cerita, cucuran  keringat..Semuanya akan membekas dalam iman, akhlaq, pola pikir, kedewasaan...Semoga kita memang layak untuk menjadi semakin dewasa dari setiap detik perjalanan hidup kita..."
^_^

Ya Rabb,,,
Ridhoi setiap langkah ini...

Rabu, 09 Juni 2010

Rindu Aku


Rindu aku kau di sampingku
Saat ini kita berdua
Saling menjaga di antara kita
Rindu aku kau hadir di sini
Saat ini kita berdua
Saling mendoa kepada Illahi..

Di jalanNya kita tuju ampunanNya
Kita bersama kan menggapai rahmatNya
Di cintaNya kita kan tuju ampunanNya
Kita bersama kan meraih ridhoNya

Rindu aku kau di sampingku
Saat ini kita berdua
Saling menjaga di antara kita
Rindu aku kau hadir di sini
Saat ini kita berdua
Saling mendoa kepada Illahi..

Di jalanNya kita tuju ampunanNya
Kita bersama kan menggapai rahmatNya
Di cintaNya kita kan tuju ampunanNya
Kita bersama kan meraih ridhoNya

Kita kan bercerita saling berbagi asa
Berbagi suka cita kita bersama
saling menasehati di dalam kebenaran dan kesabaran
Kita kan bercerita saling berbagi asa
Berbagi suka cita kita bersama
saling menasehati di dalam kebenaran dan kesabaran

By : Seismic

Senin, 07 Juni 2010

Batu-Batu yang Aneh

Dalam sebuah hadis menceritakan, pada zaman dahulu ada seorang lelaki wukuf di Arafah. Dia berhenti di lapangan luas itu. Pada waktu itu orang sedang melakukan ibadat haji. Wukuf di Arafah adalah rukun haji yang sangat penting. Bahkan wukuf di Arafah itu disebut sebagai haji yang sebenarnya karena apabila seorang itu berwukuf di padang Arafah dianggap hajinya telah sempurna walaupun yang lainnya tidak sempat dilakukan.
Sabda Rasulullah s.a.w. mengatakan :
• "Alhajju Arafat" (Haji itu wukuf di Arafah)

Rupanya lelaki itu tadi masih belum mengenali Islam dengan lebih mendalam. Masih dalam istilah 'muallaf'. Semasa dia berada di situ, dia telah mengambil tujuh biji batu lalu berkata pada batu itu : "Hai batu-batu, saksikanlah olehmu bahawa aku bersumpah bahawa tidak ada tuhan melainkan Allah dan Muhammad itu pesuruh Allah."

Setelah dia berkata begitu dia pun tertidur di situ. Dia meletakkan ketujuh-tujuh batu itu di bawah kepalanya. Tidak lama kemudian dia bermimpi seolah-olah telah datang kiamat. Dalam mimpi itu jyga dia telah diperiksa segala dosa-dosa dan pahalanya oleh Tuhan. Setelah selesai pemeriksaan itu ternyata dia harus masuk ke dalam neraka. Maka dia pun pergi ke neraka dan hendak memasuki salah satu daripada pintu-pintunya. Tiba-tiba seketika batu kecil yang dikumpulnya tadi datang dekat pintu neraka tersebut. Tetapi mereka tidak sanggup rupanya. Malaikat azab telah berada di situ. Semua malaikat itu menolaknya masuk ke pintu neraka tersebut. Tapi sanggup rupanya. Kemudian dia pun pergi ke pintu lain. Para malaikat itu tetap berusaha hendak memasukkannya ke dalam neraka tapi tidak berjaya kerana batu mengikut ke mana sahaja dia pergi.

Akhirnya habislah ketujuh pintu neraka didatanginya. Para malaikat yang bertindak akan menyiksa orang-orang yang masuk neraka berusaha sekuat tenaga untuk menolak lelaki itu dalam neraka tetapi tidak berjaya. Sampai di pintu neraka nombor tujuh, neraka itu tidak mahu menerimanya kerana ada batu yang mengikutinya. Ketujuh-tujuh batu itu seolah-olah membentengi lelaki itu daripada memasuki neraka. Kemudian dia naik ke Arasy di langit yang ketujuh. Di situlah Allah s.w.t. berfirman yang bermaksud : "Wahai hambaku, aku telah menyaksikan batu-batu yang engkau kumpulkan di padang Arafah. Aku tidak akan menyia-nyiakan hakmu. Bagaimana aku akan menyia-nyiakan hakmu sedangkan aku telah menyaksikan bunyi 'syahadat' yang engkau ucapkan itu. Sekarang masuklah engkau ke dalam syurga." Sebaik sahaja dia menghampiri pintu syurga itu, tiba-tiba pintu syurga itupun terbuka lebar. Rupanya kunci syurga itu adalah kalimat syahadat yang diucapkannya dahulu.

-Disampaikan dalam Buletin Al Hisyam FP UNS edisi mei 2010- 

Baksos FP UNS 2009

Kegiatan Bakti Sosial (Baksos) yang diselenggarakan oleh BEM Fakultas Pertanian UNS, pada bulan November 2009 kemarin.

Pengalaman yang sangat menyenangkan, mengenal dan memahami karakter masyarakat di Desa Dayu, menjadi bagian kehidupan disana..dan saya menunggu Baksos tahun ini, semoga bisa kembali bergabung di sana.. :)